Minggu, 11 Okt 2026 18:56 WIB

Komitmen Bupati Subandi Selesaikan Banjir Tahunan di Sidoarjo

  • Penulis : Ariyanto
  • | Selasa, 05 Mei 2026 15:57 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi saat koordinasi dengan BNPB dalam atasi banjir tahunan. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Bupati Sidoarjo Subandi saat koordinasi dengan BNPB dalam atasi banjir tahunan. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Banjir yang berulang tiap tahun di sejumlah wilayah Sidoarjo mendorong pemerintah daerah mencari terobosan penanganan yang lebih terintegrasi.

Salah satunya dengan memperkuat koordinasi langsung bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar solusi yang dihasilkan tidak lagi bersifat jangka pendek.

Baca Juga: Dukung Industri Sidoarjo, Wabup Mimik Ajak Pelaku Usaha Pakai Armada Niaga Handal

Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi Bupati Sidoarjo Subandi dengan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (4/5/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang sinkronisasi antara kebutuhan daerah dengan dukungan pemerintah pusat.

Wilayah seperti Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, kembali menjadi sorotan.

Karakter geografis Sidoarjo sebagai daerah delta membuat kawasan tersebut rentan tergenang, terutama saat curah hujan tinggi dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air.

“Karena di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, ini agenda banjir itu tahunan. Maka solusi ini harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah,” tegas Subandi dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Kondisi tersebut, tidak bisa ditangani secara parsial oleh pemerintah daerah. Apalagi di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, kami harus mencari dukungan dari BNPB agar persoalan banjir ini bisa segera tertangani,” jelasnya.

Dalam audiensi itu, persoalan teknis di lapangan dipaparkan secara rinci. Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menyoroti keterbatasan kapasitas saluran hingga kebutuhan peningkatan pompa.

“Kami diminta menyampaikan secara detail persoalan yang ada, mulai dari kapasitas saluran yang tidak mencukupi, kondisi pompa yang perlu ditingkatkan, hingga wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir seperti Desa Kedungbanteng dan Desa Kedungpeluk,” kata Sabino.

Paparan tersebut menjadi dasar bagi BNPB untuk merumuskan bentuk dukungan yang akan diberikan. Respons positif pun langsung mengemuka dalam pertemuan tersebut.

“Alhamdulillah kami diterima dengan baik dan dicarikan solusi. Tadi juga disampaikan ada bantuan-bantuan yang akan diberikan, termasuk untuk penanganan di wilayah Tanggulangin,” jelasnya.

Baca Juga: Kantor Pusat Mabruro Dibuka di Sidoarjo, Wabup Mimik: Kualitas Layanan Jadi Kunci

Sebagai bagian dari tindak lanjut, BNPB meminta Kalaksa BPBD Sidoarjo untuk sementara berada di Jakarta untuk pendalaman teknis.

“Pak Kalaksa sementara diminta tinggal untuk mendalami teknis dari BNPB. Harapannya nanti bisa membawa oleh-oleh berupa solusi konkret yang bisa langsung diterapkan untuk masyarakat Sidoarjo,” ujar Sabino.

Dari sisi infrastruktur, penanganan banjir ke depan akan diarahkan pada penguatan sistem pengendali air.

Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Mochammad Mahmud, menegaskan fokus tersebut.

“Langkah teknis yang disiapkan meliputi normalisasi sungai, peningkatan kapasitas pompa, serta perbaikan saluran agar aliran air lebih lancar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Sidoarjo juga mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp209,5 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk normalisasi sungai, peningkatan dan penambahan pompa, hingga pengadaan sarana penanggulangan bencana.

Baca Juga: Kabar Gembira, Frontage Road Buduran Sidoarjo Ditargetkan Rampung Desember 2026

Rinciannya mencakup normalisasi Sungai Bagebug Rp15 miliar, perbaikan pompa Kedungcangkring Rp35 miliar, penambahan pompa di Penatarsewu dan Kedungbanteng Rp15 miliar, peningkatan 37 unit pompa serta pengadaan pompa portable berkapasitas 250 liter per detik senilai Rp134 miliar.

Selain itu, peningkatan saluran Gedangrowo Rp5,5 miliar dan pengadaan kendaraan operasional Rp5 miliar.

Pemkab berharap kolaborasi dengan BNPB dan pemerintah provinsi mampu memutus siklus banjir tahunan yang selama ini terjadi.

“Minimal, persoalan banjir yang setiap tahun terjadi di Sidoarjo bisa diselesaikan melalui kolaborasi antara BNPB, Pemerintah Provinsi, dan daerah, sehingga dapat mewujudkan tata kota yang lebih baik, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Subandi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat BNPB dalam menindaklanjuti persoalan di daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, khususnya Bapak Jenderal Suharyanto, yang telah memberikan respons dan dukungan cepat dalam upaya penyelesaian banjir di Kabupaten Sidoarjo,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kapolri Mutasi Lagi Perwira Polisi, Berikut Daftarnya

Langkah ini diambil guna memperkuat kinerja institusi serta menjaga kesinambungan tugas-tugas kepolisian di lapangan dengan tagline Polri Bersama Masyarakat.

Ancaman Kekeringan Ekstrem Meluas di Jawa Timur, Peluang Ada Hujan Tipis

Masyarakat diimbau untuk lebih hemat dalam menggunakan air bersih dan menghindari pemicu percikan api di area terbuka guna mencegah kebakaran lahan meluas.

Achmad Hidayat Gabung PSI, Sebut Kader PDIP Surabaya Bakal Ikuti Langkahnya

Hidayat mengklaim akan ada kader-kader PDI Perjuangan lain di Kota Surabaya yang bergabung dengan PSI secara bertahap, setelah dirinya memutuskan berlabuh.

Persiapan Porprov Jatim 2027, Pemkot Surabaya Mulai Petakan Venue Pertandingan

Porprov Jatim 2027 diproyeksikan mempertandingkan sekitar 68 cabor, 78 disiplin olahraga dan 1.046 nomor lomba. Kini Pemkot Surabaya mulai cari veneu tambahan.

Melihat Pesona Kemegahan Gunung Wilis Nganjuk di Bawah Langit Kemarau

Dari lereng-lereng Gunung Wilis, mengalir banyak sumber mata air yang menopang sektor pertanian serta kebutuhan air bersih warga sehari-hari.

Heboh! Beredar Foto Eks Pengurus PDIP Surabaya Pegang KTA PSI, Sinyal Pindah Partai?

Beberapa nama yang tampak dalam foto tersebut di antaranya Achmad Hidayat, Arief Wirawan, hingga Eusebius Purwadi.