Minggu, 18 Okt 2026 16:09 WIB

PDS Angkat Isu Kekerasan Seksual di Peringatan Hari Kartini: Semua Bisa jadi Korban!

Yayuk Sri Rahayu, pendamping hukum dari Women Crisis Center Savy Amira Surabaya. (Dok. PDS for selalu.id).
Yayuk Sri Rahayu, pendamping hukum dari Women Crisis Center Savy Amira Surabaya. (Dok. PDS for selalu.id).

selalu.id - Hari Kartini seringkali diperingati dengan selebrasi atas peran perempuan di ruang publik atau menonjolkan karakter feminin perempuan.

Di balik itu, muncul pertanyaan yang relevan: apakah dengan keberhasilan dan keceriaan ini, artinya perjuangan R.A. Kartini benar-benar sudah selesai?

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) menjawab pertanyaan ini melalui siniar bertajuk “Ruang Kerja Aman dan Bermartabat”.

PDS mengajak karyawan untuk melihat realitas bagaimana ruang kerja sebagai ajang perempuan untuk berkarya belum sepenuhnya bebas dari kekerasan seksual, bahkan kerap dibungkus sebagai candaan.

Bersama Kalis Mardiasih, fasilitator dan konsultan gender, dan Yayuk Sri Rahayu, pendamping hukum dari Women Crisis Center Savy Amira Surabaya, PDS mengurai bentuk-bentuk kekerasan seksual kerap muncul dalam interaksi sehari-hari.

Tidak terbatas pada sentuhan, komentar bernada gurau di tongkrongan seringkali mengandung pesan-pesan seksis yang mengobyektifikasi perempuan.

Karena dibalut humor, pesan-pesan seksis ini justru dianggap wajar dan menjadi pintu masuk terjadinya pelecehan seksual.

“Pelaku merasa itu hanya gurauan, padahal korban merasa tidak nyaman. Yang perlu dipahami, standar “bercanda” tidak bisa ditentukan secara sepihak,” jelas Yayuk kepada selalu.id, Jumat (1/5/2026).

Yayuk menekankan bahwa ruang aman bebas dari pelecehan seksual adalah hak, bukan privilese.

Baca Juga: Kapolda Jatim Tekankan Semangat Jogo Jatim untuk Lindungi Perempuan dan Anak dari Eksploitasi

Setiap bentuk kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi harus dihapuskan melalui kebijakan yang tegas, mekanisme pengaduan yang berpihak pada korban, dengan budaya kerja yang mencegah ketimpangan dan pembungkaman korban.

"Tempat kerja merupakan tempat orang-orang menggantungkan kehidupannya. Ada yang mencari nafkah untuk keluarganya, sehingga kebiasaan yang memberikan rasa aman bagi perempuan perlu dipupuk dan menjadi budaya," papar Yayuk.

Sementara Kalis menyinggung tentang ketimpangan relasi kuasa yang kerap muncul di dalam kasus kekerasan seksual, terutama dalam ranah korporat.

Dalam diskusi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kekerasan seksual tidak selalu hadir dalam bentuk fisik.

Merujuk pada piramida budaya perkosaan, kekerasan seksual bisa muncul dalam bentuk yang nampaknya wajar dan bias, berulang.

Baca Juga: Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Sering kali, kekerasan seksual tidak disadari, baik oleh pelaku maupun lingkungan di sekitarnya.

"Di titik inilah edukasi menjadi penting, bukan hanya untuk memahami batasan, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif.

Perjuangan R.A. Kartini tidak terbatas dari pencapaian karir perempuan, namun juga pada isu yang lebih fundamental, seperti kekerasan seksual. Semua bisa kena, semua bisa jadi korban," jelasnya.

Perusahaan sebagai pemangku kebijakan juga bertanggung jawab untuk menciptakan sistem yang memungkinkan terciptanya ekosistem yang ideal, yakni bisa dimulai dengan kebiasaan sadar kekerasan seksual dan SOP yang sifatnya preventif maupun kuratif.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC