Kamis, 22 Okt 2026 07:41 WIB

Pedagang Pasar Turi Baru Minta TPS Dibongkar Sebelum Grand Opening

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Mar 2022 20:21 WIB
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgdag) Kota Surabaya, Fauzi Mustaqiem Yos
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgdag) Kota Surabaya, Fauzi Mustaqiem Yos

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya berencana membongkar Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Pasar Turi menyusul masuknya pedagang ke Pasar Turi Baru.

"Jadi konsepnya adalah semua pedagang masuk baru dapat kita bongkar gitu ya," Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgdag) Kota Surabaya, Fauzi Mustaqiem Yos, saat ditemui, Senin (14/3/2022).

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Yos menjelaskan, sebelum para pedagang masuk ke Pasar Turi Baru. Sarana prasarana yang ada di dalam harus disiapkan serta persyaratan perizinan harus sudah lengkap.

"Kemudian masalah biaya-biaya masalah yang lain dengan temen-temen investor Itu juga semua sudah clear. Kita tidak pingin ada konflik antara pedagang dengan teman-teman investor, kita dari pemerintah kota itu memfasilitasi," jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinkopumdag, Yos menyampaikan, jumlah seluruh pedagang sekitar 3780. Pedagang tersebut sebagian besar sudah mempunyai stand sendiri.

"Mereka sudah punya kunci tinggal mereka masuknya saja kapan. Tapi mereka belum mau masuk. Karena mungkin beberapa hal, karena listriknya masih kecil, belum siap eskalator mungkin belum jalan gitu tapi ada yang masih kosong," tuturnya.

Lebih lanjut Yos menyampaikan, untuk stand pedagang baru nantinya ada di lantai 4 ke atas. Untuk pedagang lama sendiri itu berada di lantai lower G sampai lantai 1, 2, dan 3.

"Untuk pedagang yang lama yang jumlahnya tadi 380 itu tadi Kalau kosong. Tapi yang jelas mulai lantai empat lima untuk pedagang baru,"tuturnya.

Untuk jumlah stan pedagang di Pasar Turi, Yos menyebut sekitar 5 ribu stan. Selain itu stand yang kosong sekitar 2 ribuan,

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

"Insya Allah kalau mau daftar jadi lantai di lantai 4 itu kan ada food court itu semua tapi oleh lantai 4 ke atas itu untuk berdagang baru," terangnya.

Yos mengaku, persiapan keseluruhan Pasar Turi Baru tersebut sudah 90 persen, lalu 10 persennya masih permasalah terkait perizinan. Yakni diantaranya masalah sarana prasarana, kemudian masalah infrastruktur.

"243 pedagang di TPS itu yang masih bertahan tapi sebagian besar mereka sudah punya stan di Pasar Turi baru. Mereka belum mau masuk karena Belum siap,"ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Baru Pedagang Pasar Turi, Tan Alung Candra Lesmana, menyampaikan bahwa para pedagang TPS ingin menunggu pembongkaran TPS terlebih dahulu.

"Pedagang ingin menunggu pembongkar TPS baru renovasi stand kalau itu sampek gak jadi pembongkaran TPS itu percuma," kata Chandra.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Chandra menjelaskan bahwa yang disampaikan para pedagang Pasar Turi, menurutnya, pembongkaran TPS harus secepat mungkin dilakukan. Sebab hal tersebut membantu Pemkot untuk realisasi penandatangan adendum.

"Kita mempersiapkan masuk satu dua hari. Grand opening tanggal 22 belum siap. Begitu dibongkar hari ini akan masuk ke barat. Karena kami perwakilan pedagang yang baru," ucapnya.

Dirinya berharap Pemkot Surabaya untuk segera membongkar TPS tersebut dan cepat direalisasikan. Sehingga kelihatan bentuk fisik dari Pasar Turi Baru.

"Kalau ada penampungan percuma. Pernah gagal di tahun 2016 kita masuk terus masih ada penampungan kita rugi. Jadi mereka (pedagang) trauma inginnya satu TPS bongkar siap masuk itu yang diharapkan semua,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).