Minggu, 18 Okt 2026 18:21 WIB

Pengungkapan Kasus Pembobolan Brankas Rp7 M di Sidoarjo Mandek, Korban Mengadu ke Polda Jatim

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 22 Apr 2026 16:33 WIB
Tim Resmob Polresta Sidoarjo saat melakukan penyelidikan di TKP rumah yang brankasnya dibobol maling. (Dok. Supri/selalu.id).
Tim Resmob Polresta Sidoarjo saat melakukan penyelidikan di TKP rumah yang brankasnya dibobol maling. (Dok. Supri/selalu.id).

selalu.id - Mandeknya pengembangan perkara pembobolan brankas berisi uang hingga emas batangan yang nilainya mencapai Rp7 miliar, yang dialami seorang warga di Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo berujung pada langkah pengaduan resmi ke Polda Jawa Timur.

Korban, Isman Hariyanto (69), menilai penanganan kasus yang menimpanya tidak menunjukkan progres signifikan, bahkan terkesan berjalan di tempat.

Baca Juga: Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Laporan tersebut dilayangkan menyusul ketidakpuasan terhadap kinerja penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo.

Dalam pengaduan tertanggal 30 Maret 2026, Isman mempersoalkan dugaan pelanggaran kode etik dalam penanganan perkara dengan nomor LPM/1288/X/SPKT/POLRESTA SIDOARJO/POLDA JAWA TIMUR.

Rentang waktu penanganan menjadi sorotan utama. Menurut Isman, informasi penting terkait identitas pelaku hingga rute pelarian sebenarnya telah teridentifikasi sejak awal kejadian.

Namun, tindakan penangkapan baru dilakukan beberapa bulan kemudian.

“Penyidik bersikap pasif. Pengejaran dan penangkapan baru dilakukan pada pertengahan Februari 2026,” ungkapnya, Rabu (22/4/2026).

Situasi tersebut dinilai tidak sebanding dengan data awal yang telah dikantongi aparat. Selama kurun waktu sekitar empat bulan, ia melihat tidak ada langkah konkret yang mencerminkan percepatan penanganan perkara.

Di sisi lain, Isman juga menyoroti hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dianggap tidak menggali seluruh kemungkinan.

Ia menilai ada fakta penting yang terabaikan, khususnya terkait kondisi fisik rumah saat peristiwa terjadi.

Temuan pintu utama yang tidak rusak, sementara kerusakan justru terdapat pada selot pagar dari arah dalam, memunculkan dugaan adanya keterlibatan pihak yang mengetahui kondisi internal rumah.

Namun, hal itu tidak menjadi fokus dalam kesimpulan penyidik.

“Penyidik diduga mengabaikan kemungkinan adanya aktor intelektual,” jelasnya.

Kesimpulan penyidik yang menyebut pelaku sebagai residivis dengan aksi acak dinilai terlalu dini dan belum menyentuh kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Baca Juga: 600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Perspektif tersebut, menurut Isman, berpotensi menutup peluang pengungkapan jaringan yang lebih luas.

Tidak hanya itu, upaya penelusuran lanjutan seperti aliran dana hasil kejahatan maupun keberadaan penadah juga disebut tidak dilakukan secara maksimal.

Padahal, langkah tersebut penting untuk mengungkap mata rantai kejahatan sekaligus membuka peluang pemulihan kerugian korban.

Alasan yang disampaikan penyidik pun menjadi pertanyaan.

Isman mengaku menerima penjelasan bahwa perkara dinilai sudah terlalu lama untuk dikembangkan lebih lanjut.

Pandangan itu dinilainya tidak sejalan dengan prinsip penegakan hukum yang seharusnya tetap mengejar keadilan.

Melalui pengaduannya, Isman mengajukan sejumlah tuntutan kepada Polda Jatim. Ia meminta dilakukan audit investigasi terhadap kinerja penyidik, mendorong pengembangan perkara hingga ke pihak penadah dan kemungkinan aktor intelektual, serta menuntut transparansi proses hukum.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Ini Pesannya ke Siswa SMK

Langkah ini menjadi cerminan dorongan akuntabilitas dari masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Penanganan laporan dugaan pelanggaran etik dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik, khususnya dalam perkara yang menyangkut kepastian hukum bagi korban.

Hingga kini, pengaduan tersebut telah diterima dan masih menunggu tindak lanjut dari pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Isman berharap ada langkah objektif dan tegas agar perkara yang dialaminya dapat diungkap secara menyeluruh.

Perlu diketahui, rumah mewah milik Isman Hariyanto yang berada di Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo, itu dibobol maling pada Selasa (21/10/2025) siang.

Akibat kejadian itu, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp7 miliar.

Reporter : Ariyanto

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.