Rabu, 21 Okt 2026 19:19 WIB

Profil

Puspa Indah: Dari Panggung Seni hingga Calon Kuat Ketua DPC PKB Surabaya

Wakil Ketua DPC PKB Surabaya, Puspa Indah.(Foto: Dony/selalu.id).
Wakil Ketua DPC PKB Surabaya, Puspa Indah.(Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Di tengah hiruk-pikuk politik Kota Surabaya, nama Puspa Indah mulai bersinar terang.

Perempuan kelahiran Surabaya, 23 September 1988 ini, kini tak hanya dikenal sebagai Wakil Ketua DPC PKB Kota Surabaya, tetapi juga menjadi salah satu dari lima kandidat yang berani bertarung untuk menduduki kursi ketua partai tersebut.

Baca Juga: PKB Sidoarjo Perkuat Soliditas Kader Lewat Orientasi Politik dan Muskercab 2026

Bahkan, banyak yang menilai ia adalah kandidat kuat yang patut diperhitungkan.

Siapa sangka, di balik karir politiknya yang mulai menanjak, Indah begitu ia akrab disapa, memiliki latar belakang yang unik.

Lulusan SMA Wijaya Putra angkatan 2006 dan alumni FISIP Universitas Wijaya Kusuma ini bukan hanya soal strategi dan organisasi.

Ia juga memiliki jiwa seni yang kental. Menulis dan membaca adalah hobi sederhananya, namun lebih dari itu, Indah adalah seorang aktivis kesenian yang pernah terjun ke dunia teater dan sastra.

Mungkin inilah yang membentuk cara berpikirnya yang luas dan komunikatif.

Langkah Indah di dunia politik sebenarnya masih terbilang baru namun penuh kejutan. Ia resmi menjadi kader DPC PKB Kota Surabaya pada tahun 2024 lalu.

Langkah pertamanya dimulai dengan mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Kota Surabaya. Sejak saat itu, namanya langsung melejit dan dikenal luas di panggung politik Surabaya.

Baca Juga: Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

Ibu dari dua anak ini membawa angin segar, terutama dengan visi yang mengusung semangat muda.

Bermodalkan keyakinan kuat, Indah bertekad merangkul generasi muda. Sesuai amanat DPP, ia berjanji akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemuda pemudi untuk terlibat aktif dalam partai.

Namun, saat ini fokusnya masih terbagi pada tugas yang diembannya di Badan Otonom (Banom) Perempuan Bangsa.

Organisasi ini konsen pada pemberdayaan perempuan dan UMKM, serta kaderisasi dan pendidikan politik di Jawa Timur.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

"Saat ini saya sedang fokus di Perempuan Bangsa, kaderisasi, dan pendidikan politik di Jawa Timur," ungkap Indah kepada selalu.id, Jumat (17/4/2026).

Dengan kombinasi latar belakang seni, perhatian pada pemberdayaan perempuan, dan semangat untuk mengakomodasi suara pemuda, Puspa Indah siap menulis babak baru dalam perjalanan politiknya.

Apakah ia akan berhasil mengukuhkan posisinya sebagai ketua DPC PKB Kota Surabaya? Waktu yang akan menjawab.

Namun satu hal yang pasti, perjalanan perempuan kelahiran Kota Pahlawan ini layak untuk disimak.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.