Senin, 19 Okt 2026 19:31 WIB

Wow! Tersangka Pesta Gay di Midtown Surabaya Ada yang Berprofesi ASN, Guru dan Petani

selalu.id - Polrestabes Surabaya terus mengembangkan penyelidikan kasus pesta seks sesama jenis yang melibatkan 34 pria di Hotel Midtown Residence Surabaya, kawasan Ngagel. Polisi kini memeriksa lebih dalam peran masing-masing tersangka, termasuk seorang guru dan petani.

 

Baca Juga: Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengatakan para tersangka dibagi dalam empat kluster berdasarkan peran mereka. Kluster pertama terdiri dari pendana atau pemodal tunggal. Kluster kedua adalah admin utama yang membuat flyer dan mengelola grup WhatsApp untuk mengundang peserta. Kluster ketiga terdiri dari admin pembantu yang membantu menyebarkan undangan dan informasi melalui media sosial. Kluster keempat berisi para peserta.

 

“Setiap kluster memiliki peran yang berbeda. Ada yang menjadi penyelenggara utama, ada yang membantu menyebarkan informasi, dan ada juga yang hanya berstatus sebagai peserta,” kata AKBP Edy Herwiyanto, Kamis (23/10/2025).

 

Dari hasil pendataan, mayoritas peserta berstatus pekerja swasta sebanyak 22 orang. Enam orang berstatus wiraswasta, tiga pengangguran, dua mahasiswa, serta masing-masing satu orang PNS, guru, dan petani. Keterlibatan guru dan petani dalam kasus ini menjadi perhatian penyidik.

Baca Juga: Bukan Sekedar Kompetisi, Midtown Indonesia Satukan Perhotelan Surabaya Lewat Bulu Tangkis

 

Seluruh tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Surabaya. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan serupa di wilayah lain.

 

“Kami akan menindak tegas setiap kegiatan yang melanggar norma hukum dan kesusilaan di wilayah hukum kami,” ujarnya.

Baca Juga: Wadahi Kreativitas Anak-anak, Midtown Hotel Surabaya Gelar Lomba Mewarnai

 

Sebelumnya, polisi telah menetapkan 34 pria sebagai tersangka dalam kasus pesta asusila di kamar Hotel Midtown Residence Surabaya pada Minggu (19/10/2025).

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.