Surabaya (selalu.id)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan 10 hari untuk memvaksin 25 ribu anak usia 6-14 tahun. Namun target tersebut dikhawatirkan tidak terealisasi lantaran terkendala 3 hal.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, kendala yang pertama, yakni jadwal imunisasi anak-anak yang telah dilakukan sebelum menerima vaksin Covid-19. Alhasil, vaksinasi Covid-19 harus tertunda.
Baca juga: Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya
"Kami sampaikan ke adik-adik yang mau vaksin. Kalau sudah imunisasi, belum bisa vaksin Covid-19," kata Febri, saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Jumat (17/12/2021).
Ia juga menambahkan, bahwa hingga kini, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi teknis vaksinasi terhadap anak-anak.
Kemudian kendala yang kedua, ternyata saat melakukan vaksin ada yang kondisi kesehatannya belum membaik. Maka hal itu belum boleh melaksanakan vaksin.
"Ketika dibawa (anak) ternyata ada yang demam ada yang batuk. Kan gak boleh, ketika di screening oleh rekan-rekan kesehatan ternyata ada gejala-gejala sakit sakit ringan,"jelasnya.
Baca juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang
Lalu kendala yang ketiga, Febri menyampaikan, bahwa pekerjaan orang tua yang menjadi kendala. Karena memang anak-anak harus diantar oleh orang tuanya.
"Ini kan karena anak-anak ya otomatis banyak diantar orangtua. Lah ketika jadwalnya itu kebenturan dengan orangtua yang bekerja. Sehingga belum bisa dilaksanakan vaksin karena ortunya gak bisa diantar,"ungkapnya.
Untuk jadwal yang berbenturan itu, ia mengaku, pihaknya akan membuat jadwal baru di mana para orang tua bisa mengantar anak-anak mereka.
Baca juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising
Sementara itu, ia menyampaikan, sebenarnya, pihaknya menarget 18.668 anak-anak tervaksin kemarin, Kamis (16/12/2021).
Kemudian 13.728 anak-anak tervaksin Jumat (17/12/2021) hari ini. Namun karena masih banyak kendala, angka yang tervaksin masih kurang dari itu.
"Stok vaksinnya aman. Tinggal menyelesaikan 3 kenadla itu," pungkasnya (Ade/SL1)
Editor : Redaksi