Ini Alasan Ditutupnya Museum Rasulullah di Kota Probolinggo

Reporter : Ade Resty
Suasana Museum Rasulullah di Kota Probolinggo

selalu.id - Pengelola membenarkan penutupan Museum Rasulullah di Kota Probolinggo. Penutupan tersebut dikarenakan sepinya pengunjung.

Tjoe Yudhis Gathrie, pengelola Museum Rasulullah mengatakan bahwa museum yang menempati lahan Museum Probolinggo tersebut terus mengalami kerugian lantaran sepi pengunjung. Penjualan tiket terus mengalami penurunan dan tidak berbanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Baca juga: Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

"Dengan berat hati kami tutup. Kami tidak ingin merugi terus-terusan," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (20/9/2022).

Saat ditanya posisi artefak, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini menyebut, barang yang dipajang di Museum Rasulullah, sudah dibawa ke Jakarta. Hanya saja Yudis tidak menjelaskan posisi detailnya.

Baca juga: Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

"Barang-barangnya sudah kami bawa ke Jakarta," ujarnya.

Puluhan artefak peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabat tersebut akan diserahkan ke pemiliknya, yakni, Profesor Abdul Manan Embong dari GW (Galeri Warisan) MAR, Malaysia.

Baca juga: Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi 4 Orang, Ini Daftar Namanya

"Modelnya kan kerjasama. Ya kami kembalikan ke pemiliknya. Warga Malaysia," jelasnya. (FUD/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru