selalu.id - Suasana senang sekaligus sedih dirasakan oleh para sopir bus di momen lebaran. Senang karena mendapat orderan angkutan mudik, sedih karena harus meninggalkan keluarga di momen perayaan Idul Fitri.
Seperti yang dirasakan Gimin, salah satu sopir bus yang tergabung dalam program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan
Kepada selalu.id, Gimin mengutarakan kegembiraannya sekaligus kesedihannya pada momen lebaran tahun ini.
"Senang, akhirnya lebaran dapat bekerja dan dapat penghasilan ekstra. Soalnya dua tahun sebelumnya kan ndak bisa karena masih pandemi," ujarnya kepada selalu.id saat ditemui di lokasi pemberangkatan mudik gratis Pemprov Jatim, Kamis (28/4/2022).
"Tapi sedih juga, karena harus berlebaran jauh dari keluarga. Tahun-tahun sebelumnya kan bisa kumpul bersama keluarga besar, tapi tahun ini terpaksa masih di jalan," tambahnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas
Kesedihan tak bisa berkumpul keluarga tersebut, lanjut Gimin, dapat terobati dengan melihat wajah-wajah bahagia peserta mudik gratis yang antusias bertemu keluarganya di kampung halaman.
"Senang rasanya bisa melihat wajah-wajah penumpang yang berbahagia dan saya ikut menyumbang kebahagiaan mereka," kata Gimin.
Baca juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut
Gimin yang pada momen mudik gratis ini bertugas melayani rute Surabaya-Ponorogo berharap agar pandemi segera berakhir dan semua aktivitas kembali berjalan normal.
"Termasuk untuk kegiatan mudik, semoga tidak ada lagi larangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain karena ada pekerjaan ekstra, kebahagiaan melihat para pemudik bahagia itu tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata," tutupnya sembari tertawa. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi