Viral! Sungai Brantas Mengering Disulap jadi Jalur Alternatif Sidoarjo-Mojokerto dan Tempat Wisata Dadakan

Reporter : Achmad Supriyadi
Sungai Brantas mengering disulap warga menjadi jalur alternatif unik yang menghubungkan Desa Tarik, Sidoarjo dengan Desa Kwedenkembar, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Mengeringnya Sungai Brantas disulap warga menjadi jalur alternatif unik yang menghubungkan Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo dengan Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Jalur darurat yang membentang di dasar sungai tersebut diberi nama 'Gladak Gambiran Sawit'. Terbuat dari susunan sesek bambu selebar dua meter, jalur pintas ini viral di media sosial hingga mendadak jadi lokasi wisata favorit warga.

Baca juga: Merawat Sejarah Kampung Putri Terung Sidoarjo di Tengah Era Digital

Kehadiran jalur alternatif ini terbukti sangat membantu aktivitas harian para pelajar dan pekerja. Pengendara motor kini bisa memangkas waktu tempuh ketimbang harus memutar jauh melintasi jalur konvensional, seperti Jembatan Rolak Songo maupun Jembatan Turi.

Tak hanya dipakai pengendara motor setiap harinya, lokasi ini juga diserbu warga yang ingin menghabiskan sore. Beberapa anak kecil bahkan tampak riang berenang memanfaaatkan sisa alur air Sungai Brantas yang masih mengalir.

Salah satu pengunjung, Fita, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan kabar viral perlintasan bambu tersebut.

Baca juga: Festival Pemuda Jadi Wadah Kreativitas dan Prestasi di Kota Mojokerto 

"Sudah sekitar dua mingguan ramainya. Pengen main aja sih, ini baru pertama kali ke sini. Ya senang ada tempat baru begini," tuturnya saat ditemui di lokasi, Minggu (25/10/2026).

Sementara itu, salah satu penggagas Gladak Gambiran Sawit, Suyanto menceritakan bahwa perlintasan ini berawal dari inisiatif warga untuk merespons rencana perbaikan Jembatan Turi. Warga bergerak cepat membuat jembatan darurat agar mobilitas warga dan pelajar menuju Sidoarjo tidak terganggu.

"Awalnya nggak mikir kalau jadinya bakal seramai seperti ini. Murni buat bantu anak sekolah sama pekerja," katanya.

Baca juga: Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Suyanto menegaskan bahwa akses melintas di tempat ini sepenuhnya gratis. Pengelola hanya menyiapkan wadah sumbangan seikhlasnya bagi pengguna jalan yang melintas.

"Tidak ada tarif khusus, terserah yang lewat saja. Kita nggak berani meletakkan harga. Mau ngasih ya syukur, alhamdulillah masih banyak pengendara yang punya toleransi ngasih seribu atau dua ribu rupiah," tuturnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru