Merawat Sejarah Kampung Putri Terung Sidoarjo di Tengah Era Digital

Reporter : Ariyanto
Cultural Visit Kampung Putri Terung, Krian, Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Jejak sejarah dan peninggalan masa lalu kembali dihidupkan masyarakat di kawasan makam Putri Terung, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Melalui kegiatan Cultural Visit Kampung Putri Terung, warisan leluhur dihadirkan bukan sekadar peninggalan, melainkan bagian dari kehidupan yang terus dilestarikan.

Baca juga: Viral! Sungai Brantas Mengering Disulap jadi Jalur Alternatif Sidoarjo-Mojokerto dan Tempat Wisata Dadakan

Kegiatan pembelajaran budaya pada Minggu (25/10/2026) ini diikuti berbagai elemen masyarakat dan komunitas.

Di antaranya Putri Kebaya Indonesia, Putri Kebaya Jawa Timur, Duta Seni dan Budaya Jawa Timur, Mister Grand Star Jawa Timur, Putra Jawa Timur, hingga penggiat sejarah lokal. Perangkat Desa Terung Wetan, M. Andri Irawan, turut hadir mendampingi jalannya acara.

Juru Pelihara Makam Putri Terung, Sumaji, mengawali kegiatan dengan memaparkan asal-usul kawasan makam yang lekat dengan denyut kehidupan warga sekitar.

"Sejarah kawasan makam Putri Terung menjadi bagian penting untuk memahami jejak masa lalu dan perjalanan masyarakat Terung," ungkapnya.

Tak hanya cerita lokal, nilai sejarah wilayah ini rupanya membentang jauh sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sidoarjo, M. Tri Kisnowo Hadi, menjelaskan bahwa nama kawasan ini sudah tercatat dalam prasasti kuno.

"Wilayah Terung telah dikenal sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit. Hal itu merujuk pada Prasasti Kudadu yang menyebut penguasa wilayah bernama Rakriyan Wuru Agraja," terangnya.

Selain artefak dan literatur sejarah, edukasi budaya dalam kegiatan ini juga diwujudkan melalui keterampilan membatik.

Sementara guru batik asal Wage, Sugianto, hadir mengenalkan batik khas Desa Terung sekaligus mengajak para peserta mempraktikkan langsung proses pembuatannya.

Baca juga: Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

"Batik Desa Terung merupakan bagian dari potensi budaya lokal yang perlu dikenalkan dan dikembangkan agar tetap dikenal oleh generasi muda," ujarnya.

Suasana kian hangat saat para peserta diajak memainkan permainan tradisional. Di tengah gempuran era digital, permainan rakyat ini dihadirkan kembali untuk memupuk nilai kebersamaan dan interaksi sosial.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian warisan leluhur dapat dikemas secara edukatif dan dekat dengan masyarakat, menjadikan situs sejarah sebagai ruang belajar, batik sebagai identitas keterampilan, serta permainan tradisional sebagai perajat kebersamaan warga.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru