Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Reporter : Dony Maulana
Night drag race di Surabaya. (Istimewa)

selalu.id — Night drag race yang digelar Polrestabes Surabaya di kawasan Jembatan Merah memicu keluhan dari para pedagang di sentra kuliner Kota Lama.

Penutupan akses jalan tanpa sosialisasi terlebih dahulu membuat aktivitas perdagangan lumpuh seketika, bahkan diinformasikan adanya biaya tiket masuk yang dibayarkan pengunjung, padahal disebut sebagai acara gratis.

Baca juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Kusnan, perwakilan pedagang PKL Kota Lama, menyampaikan rasa keberatannya. Menurutnya, penutupan jalan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun musyawarah dengan para pedagang.

"Kami para pedagang merasa tidak dimanusiakan. Jalan tahu-tahu ditutup, tidak pernah diajak ngomong sama sekali," ujar Kusnan saat ditemui selalu id di lokasi, Sabtu (24/10/2026) malam.

Kusnan, peserta pedangan sentra kuliner Kota Lama Surabaya yang mengeluhkan gelaran dragrace ini. (Dony/selalu.id)

Baca juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Dampaknya langsung terasa. Salah satu pedagang gule yang baru saja membuka usahanya tidak bisa menjual dagangannya sama sekali. Satu panci penuh gule terpaksa dibawa pulang karena pembeli tidak bisa menjangkau lokasi. Padahal, akhir pekan biasanya menjadi momen paling ramai bagi para pedagang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, meskipun acara disebut gratis, pengunjung yang hendak masuk diarahkan membayar tiket sebesar Rp75.000 per orang. Sementara itu, penutupan jalan sudah dilakukan sejak sore hari, bahkan sejak Jumat (23/10) sore dikabarkan ada kegiatan latihan atau persiapan yang juga menutup akses.

Para pedagang membandingkan dengan kegiatan syuting film nasional yang digelar di lokasi yang sama beberapa waktu lalu. Saat itu, penyelenggara mengumpulkan para pedagang bersama pengelola PD Pasar, memberikan pemberitahuan jauh hari, serta menyediakan kompensasi atas kerugian selama lokasi ditutup.

Baca juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

"Kalau syuting film saja kami diajak bicara dan diberi ganti rugi. Ini acara resmi, tapi tidak ada siapa-siapa yang menemui kami. Kami pedagang kecil, jalan ditutup begitu saja, mau mengeluh ke mana?" keluh Kusnan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polrestabes Surabaya terkait keluhan para pedagang tersebut.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru