Harga Gabah Tembus 8.000, Petani Untung di Tengah Panen Raya Nganjuk

Reporter : Redaksi
Proses potong padi saat panen di Nganjuk. (Yohanes/selalu.id)

selalu.id - Harga gabah di Kabupaten Nganjuk saat ini terpantau naik dan berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi itu membuat petani bersyukur di tengah berlangsungnya panen raya.

Salah satunya terjadi di Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Para petani di sana mulai memanen padinya dengan hasil yang cukup memuaskan.

Baca juga: Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga gabah di tingkat petani Nganjuk saat ini berkisar Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram. Angka tersebut jauh melampaui HPP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kg.

Sebagai pembanding, harga Gabah Kering Panen atau GKP di wilayah Jawa Timur lainnya berada di rentang Rp7.200 hingga Rp8.300 per kg. Bahkan di beberapa daerah sudah menyentuh Rp8.300 hingga Rp8.400 per kg.

Sementara untuk Gabah Kering Giling atau GKG di tingkat penggilingan dijual antara Rp8.000 hingga Rp9.500 per kg. Kenaikan harga gabah juga berdampak pada harga beras di pasaran.

Baca juga: Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Mengacu data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok atau SISKAPERBAPO Jawa Timur, harga beras medium di Nganjuk dan sekitarnya tercatat Rp12.433 per kg. Untuk beras premium, harganya berada di kisaran Rp14.300 hingga Rp16.240 per kg.

Sarji, salah satu petani di Dusun Kepuhtelu mengaku senang dengan hasil panen tahun ini. Selain harga naik, kualitas padi juga bagus karena terhindar dari hama.

"Alhamdulillah dengan harga gabah yang naik ini saya mendapatkan keuntungan, selain harga yang naik juga kondisi padi yang saya tanam sangat bagus tidak ada hama," kata Sarji, Sabtu (24/10/2026)

Baca juga: Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Kondisi harga gabah yang stabil di atas HPP dinilai sangat membantu petani. Mereka berharap tren harga tinggi ini bertahan hingga akhir musim panen, agar bisa menutupi biaya produksi yang juga ikut naik.

Reporter: Yohanes Arberto

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru