Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Reporter : Ade Resty
Instastrory Ketua Bem Unair Rizky Senja. (Tangkapan layar)

selalu.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga merespon kabar penangkapan Ketua BEM UNAIR, M Rizqi Senja Virawan, oleh Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur. 

Polemik ini mencuat setelah Rizqi Senja memberikan klarifikasi tertulis mengenai penangkapan dirinya melalui akun instagram pribadinya @rizkysenja. 

Baca juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Ia mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut berkaitan dengan tuduhan penyebaran ajakan aksi kerusuhan dalam rangka demonstrasi menyongsong dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. 

"2 hari yang lalu saya ditangkap dan ditahan di Ditressiber Polda Jawa Timur dengan tuduhan ajakan aksi kerusuhan dalam aksi 2 tahun Prabowo-Gibran. Saya dibebaskan dengan intimidasi agar datang di acara silaturahmi dengan Kapolda Jawa Timur," tulis Rizqi Senja, seperti dilihat selalu.id, Kamis (22/10/2026). 

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar. "Saya tegaskan tidak ada gerakan aksi demonstrasi 2 tahun Prabowo-Gibran yang dikondisikan. Kita akan tetap aksi dalam waktu dekat, tidak pakai almet, melebur bersama masyarakat. Semua berangkat dari kesepakatan kolektif," tegasnya. 

Berdasarkan kronologi yang dirilis BEM UNAIR, pada Senin, 20 Oktober 2026 pukul 13.30 WIB, Rizqi Senja menghadiri kegiatan Silaturahmi BEM se-Jawa Timur bersama Kapolda Jatim dalam kondisi psikologis yang belum sepenuhnya pulih akibat kekhawatiran timbulnya persoalan lanjutan. 

Baca juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Pada malam harinya, agenda konsolidasi gerakan mahasiswa di Kampus B UNAIR tetap berjalan. Namun, situasi kembali hangat setelah akun Instagram resmi Humas Polda Jatim mengunggah dokumentasi silaturahmi tersebut di tengah agenda konsolidasi mahasiswa. 

Menanggapi dinamika tersebut, BEM UNAIR menyampaikan tiga poin sikap resmi: 

1. Menjaga Soliditas Gerakan: Mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Surabaya dan Jawa Timur untuk tetap tenang, menjaga fokus perjuangan, serta tidak terpecah belah oleh perbedaan penafsiran narasi di ruang publik. 

Baca juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan KuntiĀ 

2. Perlindungan Hak Mahasiswa: Menyampaikan keprihatinan atas penjemputan, pemeriksaan, dan kondisi psikologis yang dialami Rizqi Senja, serta menegaskan pentingnya jaminan rasa aman bagi mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. 

3. Sikap Kritis dan Independen: Menegaskan komitmen BEM UNAIR untuk tetap kritis, independen, dan terbuka terhadap dialog yang transparan serta setara dengan institusi negara demi penegakan hukum dan demokrasi.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru