selalu.id - Polres Probolinggo turun langsung memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (19/10/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan serta menekan potensi antrean panjang kendaraan.
Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizky Siregar, menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan secara menyeluruh ke seluruh SPBU di wilayah hukum Probolinggo.
Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).
"Kita cuma memastikan stok BBM di wilayah kita ini aman, dan alhamdulillah memang tersedia dan aman. Kita akan lakukan cek ke semua SPBU yang ada di Probolinggo," ujarnya.
Asmidan menampik isu adanya panic buying di tengah masyarakat. Menurutnya, antrean kendaraan yang sempat memanjang di SPBU Semampir bukan disebabkan oleh habisnya pasokan BBM, melainkan kendala operasional internal.
"Jangan sampai terjadi panic buying, meskipun ada antrean. Ternyata antrean yang terjadi itu dikarenakan petugas SPBU lagi pergantian shift, jadi bukan karena BBM-nya yang tidak tersedia," jelasnya.
Baca juga: Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi 4 Orang, Ini Daftar Namanya
Hal senada diungkapkan Pengawas SPBU Semampir, Rizal. Ia menjelaskan bahwa SPBU tempatnya bekerja mengoperasikan empat stasiun pengisian dengan pengerahan lima personel di setiap shift.
"Kami ada lima orang setiap shift-nya. Memang sempat terjadi antri, namun tidak sampai lama. Untuk stok BBM aman terkendali," katanya.
Meski demikian, kondisi berbeda dirasakan oleh para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan niaga.
Bunarwi, seorang sopir truk, mengaku masih kesulitan mendapatkan BBM jenis solar sejak sepekan terakhir.
Baca juga: Kronologi dan Identitas 3 Petugas Tewas saat Kebakaran Bromo
"Sulitnya sudah sekitar semingguan. Ini saya tadi dari Paiton habis, makanya saya ke Semampir ini," ungkapnya.
Burnawi berharap distribusi solar dapat kembali normal tanpa hambatan agar mobilitas angkutan barang tidak terganggu.
"Ya jangan dipersulit lah solar ini," tegasnya.
Editor : Zein Muhammad