Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Reporter : Dony Maulana
Kakanwil Kemenhaj Jatim Mahmudi saat konferensi pers terkait kesiapan haji 2027 di Surabaya. (dony/selalu.id)

selalu.id - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur memastikan kuota jemaah haji tahun berjalan tetap menggunakan alokasi sebelumnya, yakni sebanyak 42.409 orang. 

Kepala Kanwil Kemenhaj, Mahmudi, menyampaikan bahwa persiapan keberangkatan terus berjalan, mulai dari pemrosesan paspor, visa, hingga persyaratan kesehatan jemaah. 

Baca juga: Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

"Saat ini proses paspor jemaah haji sedang berjalan, dan setelah itu visanya. Insyaallah berjalan lancar," ujar Mahmudi di Surabaya, Senin (19/10/2026). 

Ia menegaskan kesehatan menjadi syarat utama penerbitan Istithaah, jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan. 

"Tidak ada toleransi bagi jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Dinas Kesehatan pun tidak akan mengeluarkan Istithaah kalau kesehatannya belum memenuhi syarat. Kami harap jemaah memaklumi dan mempersiapkan kesehatan sejak dini," tegasnya. 

Jemaah yang terpaksa batal berangkat karena alasan kesehatan, lanjut Mahmudi, tetap berstatus sebagai jemaah haji dan pahala niatnya dicatat. Kuota mereka dapat dialihkan kepada ahli waris atau ditunda ke tahun berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku. 

Baca juga: Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Terkait biaya, Mahmudi menyampaikan pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp3 juta per jemaah, sehingga meringankan beban biaya pelunasan. Jadwal pembayaran pelunasan dijadwalkan akan dibuka dalam waktu dekat, kemungkinan pada bulan depan, menunggu arahan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Pusat. 

Sementara itu, Kanwil Kemenhaj Jatim juga telah menyiapkan skema pelayanan jemaah dari wilayah selatan dan barat Jatim melalui Embarkasi Dhoho di Kediri. Sebanyak 10.600 jemaah dari 15 kabupaten/kota meliputi Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Bojonegoro, hingga Jombang, akan diberangkatkan melalui embarkasi ini. 

"Akomodasi sementara yang semula direncanakan di sejumlah hotel, kini kami optimalkan penggunaan fasilitas milik PT Gudang Garam di Kediri. Lokasinya dinilai lebih baik, aman, dan nyaman bagi jemaah. Hanya perlu sedikit penataan fasilitas penunjang," jelas Mahmudi. 

Baca juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Total jemaah dan petugas yang disiapkan untuk melayani keberangkatan dari Embarkasi Dhoho berjumlah sekitar 10.700 orang, termasuk tim kesehatan, imigrasi, bea cukai, dan petugas pelayanan jemaah lainnya. 

Mahmudi mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk rutin berolahraga, menjaga asupan makanan, dan memeriksakan kesehatan secara berkala guna memastikan kondisi fisik siap menunaikan ibadah haji. 

"Informasi resmi terkait jadwal pelunasan dan persyaratan terbaru akan disampaikan melalui kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah," tandasnya.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru