selalu.id - Sirpu betina bisa menjadi senjata rahasia bagi burung kicau mania atau gacoan di gantangan. Peran burung kecil ini tak banyak disorot dbalik gacoan yang bisa menjuarai gantangan.
Dikenal dengan nama ilmiah Aegithina tiphia, burung mungil ini kini semakin diminati para penghobi karena keunggulannya sebagai burung masteran. Karakter suaranya yang khas tembakan tajam dan rapat dengan bunyi "nyrecet" yang jernih diyakini mampu memoles variasi lagu burung-burung andalan seperti Murai Batu, Cendet, Kacer dan Cucak Ijo.
Baca juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya
Bagi Maulana, penghobi burung dari kawasan Tambaksari, Surabaya, keunggulan Sirpu betina yang sudah "konslet" terletak pada irama ropelannya yang padat dan konsisten. "Karakter Sirpu betina kalau sudah bunyi itu mirip suara burung gereja, tapi ropelannya jauh lebih rapat dan tembakannya seperti rentetan Branjangan," paparnya, Sabtu (17/10/2026).
Suara yang tidak terlalu nyaring namun stabil ini dinilai ideal karena tidak merusak mental gacoan saat dipasangkan di lapangan. Uniknya, harga ombyokan Sirpu di pasaran sebenarnya tergolong murah, hanya berkisar Rp25.000 hingga Rp35.000 per ekor.
Namun, lanjut ia menjelaskan, tantangannya justru pada pencarian: mayoritas burung ombyokan yang beredar adalah jantan. Mendapatkan Sirpu betina yang gacor dan siap masteran ibarat mencari jarum di tumpukan jerami perbandingannya bisa 1 banding 100.
Baca juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Kelangkaan inilah yang membuat Sirpu betina berkualitas (gacor konslet) harganya melonjak tajam, bahkan bisa menembus angka Rp500.000 hingga Rp1 juta per ekor. Meski harganya menguras kantong, para penghobi mengaku tidak kecewa. "Saya sudah pakai Sirpu betina dua kali molting Murai baru, ya lumayan hasilnya, setidaknya Murai saya dapat predikat di kelasnya," ungkap Maulana.
Proses penyerapan materi lagu memang tidak instan. Ada burung yang cerdas langsung menyerap dalam hitungan minggu, ada pula yang butuh proses hingga dua atau tiga kali masa mabung. Penempatan posisi sangkar saat masa karantina menjadi kunci agar materi lagu terserap maksimal.
Baca juga: Satpol PP Ancam Razia Warung Remang Bandel di Surabaya, RT-RW Wajib Catat
Namun Maulana mengingatkan, Sirpu betina tidak cocok untuk semua jenis burung. "Jangan dipaksakan pada burung bersuara cengkok tajam seperti Kenari atau lovebird, karena dikhawatirkan justru merusak karakter lagunya," pesannya.
Bagi para pemburu juara, memiliki Sirpu betina berkualitas tetap menjadi investasi berharga. Di balik tubuhnya yang mungil, tersimpan potensi yang mampu mengangkat nilai dan performa gacoan menjadi juara di gantangan.
Editor : Achmad Supriyadi