selalu.id - Tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (15/10/2026).
Peristiwa memilukan ini tidak hanya membumihanguskan ekosistem lereng Bromo, tetapi juga merenggut tiga korban jiwa, dan tiga lainnya terluka.
Baca juga: Foto: Tim Gabungan Evakuasi 3 Pemadam Tewas dalam Kebakaran Bromo
Awal mula kobaran api terdeteksi pagi hari sekitar pukul 06.57 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat sedikitnya ada empat titik api yang mulai membakar kawasan pegunungan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengungkapkan bahwa sebaran titik api awal tersebut terpantau berada di dua lokasi berbeda, yakni di puncak Gunung Kembang, Kecamatan Lumbang, serta puncak Gunung Lingga, Kecamatan Sukapura.
"Pantauan kami ada empat titik api di Gunung Bromo sekitar pukul 06.57 WIB," sebutnya.
Baca juga: Tragedi Karhutla Bromo: 3 Anggota Pemadam Meninggal, Tiga Luka Bakar
Hanya dalam hitungan jam, api bergerak cepat melalap vegetasi kering. Sekitar pukul 11.00 WIB, kepulan asap tebal membubung tinggi di udara, menandakan kobaran api yang kian membesar dan sulit dikendalikan.
Petaka kian terasa berat saat karhutla ini dipastikan memakan korban jiwa. Tiga orang dilaporkan gugur di tengah peristiwa penanganan dan situasi darurat di area terdampak.
Salah satu korban meninggal dunia terkonfirmasi merupakan mantan atlet panjat tebing kebanggaan Kota Probolinggo, Safril Ardiansyah.
Baca juga: Bertolak Belakang dengan Tagline Polri, Polisi di Probolinggo Malah Ajak Duel Masyarakat
Sementara dua korban jiwa lainnya yakni Sukaris, yang merupakan Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I Balai Besar TNBTS Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, serta Wisnu, seorang penggiat dan pecinta alam.
Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, Balai Besar TNBTS, bersama relawan setempat terus berupaya keras melokalisasi titik api agar tidak terus meluas ke kawasan pemukiman warga maupun jalur utama wisata Bromo.
Editor : Zein Muhammad