Gandeng Bappenas, Pelindo Bidik Muatan Balik Komoditas Papua Selatan

Reporter : Dony Maulana
(Dok. Pelindo Terminal Petikemas for selalu.id).

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas) terus memperkuat sinergi untuk memaksimalkan potensi logistik dan ekonomi di Provinsi Papua Selatan. 

Komitmen ini tercermin dalam kunjungan kerja Bappenas ke Pelabuhan Merauke pada Selasa (13/10), yang secara khusus mengkaji peluang optimalisasi muatan balik (return cargo) sekaligus memutakhirkan data arus barang untuk penyusunan Tabel Inter Regional Input-Output (IRIO) Tahun 2026.

Baca juga: Jalan Sehat Bersama, Cara TPK Merauke Perkuat Kesejahteraan dan Keselamatan Pegawai

Sebagai wujud dukungan terhadap perencanaan pembangunan nasional, TPK Merauke secara proaktif memaparkan pemutakhiran data operasional yang mencakup pergerakan kapal, peti kemas, serta barang non-petikemas. 

Pemetaan pola distribusi barang dari dan menuju Merauke ini menjadi informasi krusial untuk memahami keterkaitan aktivitas ekonomi antarwilayah secara komprehensif.

Perwakilan Direktorat Pengembangan Wilayah Bappenas, Nana Mulyana, menyambut baik keterbukaan data pelabuhan ini sebagai salah satu instrumen penting dalam memotret denyut ekonomi riil daerah.

“Data yang menggambarkan kondisi riil pergerakan barang sangat diperlukan untuk memahami hubungan ekonomi antardaerah. Melalui pemutakhiran IRIO, informasi tersebut dapat menjadi masukan berharga dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Nana dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Baca juga: Arus Peti Kemas Solid, Didorong Dominasi Ekspor dan Kinerja Operasional Andal

Selain rapat koordinasi, rombongan Bappenas turut meninjau langsung kelancaran operasional di Pelabuhan Merauke. Kunjungan lapangan ini membuka ruang diskusi strategis mengenai langkah-langkah pengembangan logistik wilayah, terutama dalam mendorong komoditas lokal sebagai muatan balik ke wilayah lain.

Saat ini, besi tua masih tercatat sebagai komoditas dengan muatan balik tertinggi dari Merauke. Mengingat posisi strategis Merauke sebagai lumbung padi utama di Papua Selatan, hal ini dilihat sebagai peluang besar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong produk-produk unggulan lokal, seperti beras, agar dapat diserap lebih maksimal ke pasar nasional. 

Pemanfaatan komoditas lokal ini tentu membutuhkan kolaborasi dari sisi kesiapan pasokan, kebutuhan pasar, hingga efisiensi jaringan distribusi dan pelayaran.

Baca juga: Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi

Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menegaskan komitmen Pelindo untuk tidak hanya berfokus pada keandalan operasional pelabuhan, tetapi juga berperan aktif dalam menjembatani potensi ekonomi daerah dengan rantai logistik antardaerah.

“Merauke memiliki potensi komoditas unggulan yang sangat bisa dikembangkan untuk mendukung arus barang keluar daerah. Karena itu, kami melihat pentingnya kajian dan koordinasi bersama untuk mengidentifikasi sekaligus mengurai hambatan yang ada. Dengan demikian, potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan membuka peluang muatan balik yang lebih berkelanjutan,” ungkap Rasul. 

Melalui inisiatif kunjungan ini, kolaborasi erat antara pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem distribusi yang efisien, sekaligus menjadikan komoditas lokal sebagai penggerak utama kemajuan ekonomi daerah.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru