selalu.id - Bupati Sidoarjo Subandi mendorong Fatayat Nahdlatul Ulama untuk memperluas perannya. Selain penguatan spiritual, organisasi perempuan itu diminta terjun langsung dalam pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan aksi sosial.
Ajakan itu disampaikan Subandi saat menghadiri Senada Fest - Sehat Nada Dakwah di Ciplaz Sidoarjo, Rabu (14/10/2026).
Baca juga: Hari Jadi ke-81 Jatim, Bupati Sidoarjo Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Keterbukaan Informasi Desa
Menurut Subandi, perempuan punya posisi strategis dalam membangun keluarga dan daerah. Dari rumah, peran perempuan akan menentukan kualitas generasi berikutnya.
"Perempuan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mandiri. Semangat kebersamaan dan nilai keagamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata," kata Subandi.
Tindakan nyata yang dimaksud meliputi tiga hal: menguatkan pendidikan, menggerakkan ekonomi, dan memperluas kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.
Bupati menekankan, pembangunan Sidoarjo tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan dukungan organisasi kemasyarakatan yang jaringannya sampai ke tingkat RT dan keluarga.
Dalam hal ini, Fatayat NU dinilai memiliki modal besar. Jaringan dan kedekatannya dengan warga membuat program dakwah dan pemberdayaan bisa berjalan lebih efektif.
Baca juga: Bupati Sidoarjo Desak Proyek Jembatan Candinegoro Dipercepat
"Semangat ini harus jadi landasan Fatayat NU untuk terus bergerak, mengembangkan potensi perempuan, dan melahirkan karya yang manfaatnya nyata," ujarnya.
Mengusung tema “Bergerak dalam Irama, Bershalawat dengan Cinta, Berkarya untuk Fatayat NU”, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antaranggota.
Bagi Subandi, acara yang memadukan dakwah dan kebersamaan itu penting untuk menumbuhkan energi positif.
Ia juga mengingatkan agar semangat keagamaan tidak membuat kaku. Fatayat harus tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Baca juga: Dukung Deltras Naik Kasta, Subandi Dorong Profesionalisme dan Keterbukaan Manajemen
"Salawat bukan hanya ungkapan cinta kepada Rasulullah. Tapi juga penyejuk hati dan penguat spiritual yang kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
"Mari kita bergerak selaras dengan zaman, menjaga keharmonisan, dan melahirkan karya terbaik untuk kemajuan Sidoarjo," pungkasnya.
Dengan begitu, ia berharap kontribusi Fatayat NU tidak berhenti di internal organisasi. Dampaknya harus dirasakan keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas di Sidoarjo.
Editor : Achmad Supriyadi