Tekan Pengangguran, Disnaker Nganjuk Buka Pelatihan Babershop dan Barista

selalu.id
Disnaker Nganjuk saat menggelar pelatihan barbershop dan barista. (Foto; Yohanes/selalu.id).

selalu.id - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar Pelatihan Keterampilan Barbershop dan Barista bagi pencari kerja, Selasa (13/10/2026).

Pelatihan ini merupakan bagian dari proses pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.

Baca juga: DPRD Nganjuk Hentikan Total Pembangunan Wisata Watu Lawang, Ini Duduk Perkaranya

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani, mengatakan bahwa pelatihan kali ini diikuti 30 peserta, dengan rincian 15 peserta untuk kelas barbershop dan 15 peserta untuk kelas barista.

"Alhamdulillah hari ini kita memulai lagi pelatihan untuk kelas barbershop dan juga barista. Alhamdulillah ini ada 30 dibagi dua, jadi masing-masing keterampilan ada 15," katanya. 

Kegiatan pelatihan kali ini juga dalam rangka mendukung peringatan Hari Santri 2026. Pelatihan akan berlangsung selama 12 hari ke depan.

"Kegiatan ini juga dalam rangka mendukung Hari Santri tahun 2026. Kegiatan ini harapannya nanti bisa selesai tepat waktu dan kita harapkan semuanya bisa ikut tanpa ada izin karena yang kita sediakan waktunya 12 hari saja," jelas Itsna.

Sementara itu terkait tujuan program, Disnaker Nganjuk menegaskan pelatihan ini merupakan ikhtiar pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan angka pengangguran.

Baca juga: Potret Semangat Siswa SDN 2 Ploso Nganjuk Belajar dengan Lesehan di Gedung Darurat

"Jadi kami Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk dalam mendukung program pemerintah mengawal untuk program pengentasan kemiskinan dan juga pengurangan pengangguran. Ini salah satu ikhtiar kita bagaimana mencetak tenaga-tenaga yang terampil," tegas dia.

Melalui keterampilan barbershop dan barista yang memiliki prospek usaha menjanjikan saat ini, diharapkan para lulusan pelatihan mampu mandiri dan sejahtera.

"Harapannya ke depan adalah bisa mandiri, kemudian bisa sejahtera, dan bisa keluar dari garis-garis kemiskinan," tutur Itsna.

Baca juga: Melihat Pesona Kemegahan Gunung Wilis Nganjuk di Bawah Langit Kemarau

Untuk sasaran peserta, Disnaker Nganjuk memprioritaskan masyarakat dari kelompok rentan.

"Makanya untuk persyaratan ini kemarin kita sampaikan diprioritaskan untuk yang berada di desil 1," katanya.

Reporter: Yohanes Arberto

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru