Ledakan Elpiji di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak

Reporter : Ade Resty
Kondisi lokasi ledakan di Pakuwon City. (Ade/selalu.id)

selalu.id - Sebanyak 41 bangunan rusak akibat kerasnya ledakan yang terjadi di Rumah Makan Tempong Lombok Merah, San Antonio, Pakuwon City, Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, mayoritas kerusakan berupa kaca pecah. Dari puluhan bangunan yang terdampak, lima di antaranya mengalami kerusakan parah.

Baca juga: Saksi Mata Ungkap Korban Keluar dengan Baju Sobek dari Lokasi Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya

“Kerusakan yang terjadi di seputaran TKP ini terdata sampai saat ini ada kurang lebih 41 yang mengalami rusak berupa pecah kaca sebagian besar karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat,” kata Luthfie, Selasa (6/10/2026).

Bangunan yang terdampak terdiri dari ruko di sekitar lokasi hingga rumah warga yang berada di bagian belakang kawasan tersebut. Dari total 41 bangunan, sekitar 15 di antaranya merupakan rumah. Sementara bangunan lainnya merupakan ruko yang berada di sekitar lokasi ledakan.

“Rusak parahnya lima, yang lainnya rusak ringan,” ujarnya.

Kuatnya ledakan terlihat dari dampaknya terhadap bangunan di sekitar sumber kejadian. Kaca-kaca pecah, sementara bagian dinding bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.

Baca juga: Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Diduga Gegara Kebocoran Tabung Elpiji

Polisi menyebut tekanan ledakan terdorong ke beberapa arah, yakni ke tembok bagian kanan dan kiri serta ke arah depan yang terdapat kaca.

“Dari satu ruangan itu kelihatan desakannya ke tembok kanan, tembok kiri, dan ke depan itu kaca. Jadi kaca akan hancur, kemudian temboknya kelihatan lubang mendesak ke arah luar,” jelas Luthfie.

Sementara itu, polisi memastikan ledakan tersebut tidak disebabkan bahan peledak atau bom. Hasil pemeriksaan Jibom tidak menemukan kandungan bahan peledak di lokasi.

Baca juga: Polisi Pastikan Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Bukan Bom, Ini Penyebabnya

Penyelidikan sementara mengarah pada dugaan kebocoran gas. Tim Jibom menyebut karakter ledakan mengarah pada BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion) akibat tekanan gas yang terkumpul di dalam ruangan.

Di lokasi diketahui terdapat tiga tabung LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram. Polisi masih mendalami sumber kebocoran, termasuk dugaan kebocoran pada pipa.

Selain kerusakan bangunan, ledakan tersebut juga menyebabkan lima orang menjadi korban, terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan. Seluruh korban telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru