Pelindo Perkuat Integrasi Layanan di TPK Bagendang dan Bumiharjo

Reporter : Dony Maulana
(Dok. Pelindo Terminal Petikemas for selalu.id).

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas terus memperkuat integrasi layanan kepelabuhanan melalui penataan peran korporasi di lingkungan Pelindo Group.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk menyederhanakan proses bisnis, memperkuat standardisasi, serta menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna jasa.

Baca juga: Jelang Peralihan Nota, TPK Perawang Perkuat Komunikasi dengan Pengguna Jasa

Penguatan tersebut disosialisasikan di lingkungan Pelindo Cabang Bumiharjo dan TPK Bumiharjo serta Pelindo Cabang Bagendang dan TPK Bagendang. 

Salah satu implementasi penyelarasan proses bisnis tersebut adalah peralihan penerbitan nota jasa layanan barang peti kemas dari PT Pelindo Terminal Petikemas kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026 pukul 00.01 waktu setempat.

TPK Bagendang dan TPK Bumiharjo menjadi bagian dari 16 terminal peti kemas yang masuk dalam tahap peralihan tersebut. 

Meski terdapat perubahan dalam penerbitan nota dan faktur, proses pelayanan operasional di terminal tidak mengalami perubahan. 

Pengguna jasa tetap melakukan pengajuan layanan atau melalui platform yang selama ini digunakan dengan alur pelayanan yang sama.

Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada pengguna jasa untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan lancar.

“Kami ingin memastikan kepada pengguna jasa bahwa pelayanan operasional tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada perubahan pada alur pengajuan layanan maupun aktivitas bongkar muat di terminal. Perubahan berada pada penerbitan nota dan faktur, sehingga kami terus melakukan sosialisasi agar seluruh pengguna jasa memahami mekanisme yang mulai berlaku pada 1 Oktober 2026,” terangnya, Selasa (29/9/2026).

Fajar mengatakan, penyelarasan proses bisnis tersebut diharapkan semakin memperkuat integrasi pelayanan di lingkungan Pelindo Group sekaligus memberikan kemudahan bagi pengguna jasa.

“Transformasi ini diarahkan untuk menghadirkan layanan yang semakin sederhana dan terintegrasi. Kami memastikan proses transisi berjalan dengan baik sehingga aktivitas pengguna jasa di TPK Bagendang dan TPK Bumiharjo tetap berlangsung lancar,” jelasnya.

Baca juga: Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Dalam skema baru tersebut, nota dan faktur atas pelayanan bongkar muat peti kemas yang sebelumnya diterbitkan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas akan diterbitkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero). 

Sementara itu, proses pelayanan operasional dan sistem yang digunakan pengguna jasa untuk mengajukan layanan tetap berjalan seperti sebelumnya.

Untuk memastikan kesiapan implementasi, Pelindo telah melakukan rangkaian sosialisasi kepada stakeholder, asosiasi, dan pengguna jasa. Di wilayah Kalimantan, sosialisasi antara lain dilaksanakan di Pangkalan Bun, Sampit, dan Banjarmasin.

Dalam sosialisasi di Pangkalan Bun, perwakilan KSOP Kelas IV Kumai, David Almanik, berharap transformasi yang dilakukan Pelindo dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepelabuhanan.

“Kami berharap transformasi ini dapat membuat pelayanan semakin cepat dan efektif. Yang terpenting, perubahan yang dilakukan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dan mendukung kelancaran pelayanan di pelabuhan,” katanya.

Baca juga: Pelindo Ajak Pekerja dan Masyarakat Merawat Cerita Nusantara Lewat Fotografi

Harapan serupa disampaikan Ketua DPC ALFI/ILFA Kumai, H. Rahman. Menurutnya, integrasi layanan perlu diikuti dengan peningkatan kecepatan respons terhadap kebutuhan pengguna jasa, termasuk dalam penyelesaian kendala pelayanan.

“Dengan layanan Pelindo yang semakin terintegrasi, kami berharap respons terhadap kebutuhan maupun keluhan pengguna jasa dapat semakin cepat. Kami juga berharap layanan melalui Integrated Billing System atau IBS terus ditingkatkan sehingga proses pelayanan menjadi semakin mudah dan efektif,” kata Rahman.

Dukungan terhadap transformasi Pelindo juga disampaikan Ketua DPC INSA Kotawaringin Barat, Majekur Arajak. Ia berharap proses transformasi dan integrasi layanan dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu kelancaran pelayanan yang selama ini diterima pengguna jasa.

Melalui penyelarasan peran dan proses bisnis tersebut, Pelindo Group terus mendorong terbentuknya ekosistem layanan pelabuhan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. 

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Pelindo dalam mendukung kelancaran arus barang dan penguatan rantai logistik nasional.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru