Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Reporter : Ariyanto
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak RSUD Sedati. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Proyek pembangunan RSUD Sedati senilai Rp42,6 miliar mendadak disidak oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, Jumat (25/9/2026).

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergi Kades BPD, Perencanaan Pembangunan 2027 Harus Dimulai Sekarang

Namun, hasil pengecekan langsung di lapangan justru menunjukkan fakta sebaliknya. Progres pembangunan rumah sakit daerah tersebut ternyata melampaui target yang telah ditetapkan.

Mendampingi Wabup Mimik dalam sidak tersebut, jajaran pejabat Dinas Kesehatan Sidoarjo, Inspektorat, serta tim pelaksana dan pengawas proyek ikut menyisir area fisik bangunan.

Mimik mengecek langsung keandalan spesifikasi, kualitas bahan, hingga standar keamanan proyek.

Salah satu fokus utama inspeksi tertuju pada struktur besi dan beton di gedung sisi utara. Mimik mewanti-wanti agar material yang digunakan tidak melenceng dari standar teknis.

"Besi dan beton harus benar-benar sesuai spek ya," tegas Wabup Mimik di lokasi proyek.

Meski capaian di lapangan mencatatkan angka positif, Mimik meminta pihak kontraktor tidak mengendurkan ritme pengerjaan.

Menurutnya, percepatan progres harus terus digenjot agar penyelesaian fisik dapat rampung tepat waktu.

"Saya berharap ada progres terus digenjot maksimal, sehingga bisa selesai sesuai jadwal," imbuhnya.

Mimik menegaskan, pengawasan tidak hanya sebatas melihat angka persentase di atas kertas. Kualitas material dan kekuatan struktur bangunan menjadi poin krusial yang terus dipantau.

"Kualitas bangunan tadi saya cek secara langsung, sudah aman. Sudah saya tes juga," ungkapnya.

Baca juga: Festival Gamelan Kahuripan 2026, Siswa Sidoarjo Jadi Garda Pelestarian Karawitan

Tak hanya bangunan utama gedung RSUD, sarana ibadah berupa mushola yang berada di dalam lingkungan rumah sakit juga mendapat perhatian khusus.

Mimik meminta mushola dibangun secara layak dan nyaman agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan.

Sementara itu, Project Manager PT Jaya Kirana Sakti (JKS), Basirul Fuad, memaparkan bahwa hingga 20 September 2026, progres realisasi pembangunan RSUD Sedati telah menembus angka 25 persen.

Capaian tersebut melampaui target rencana yang dipatok sebesar 23 persen pada periode yang sama.

"Kalau progres sampai tanggal 20 kemarin sekitar 25 persen. Dari rencananya 23 persen, jadi kita punya surplus dua persen," terang Basirul.

Basirul optimis pengerjaan ke depan akan berjalan lebih cepat. Sebab, tahapan konstruksi berat sudah berhasil diselesaikan. Tahapan berikutnya berfokus pada pengadaan dan pemasangan unit-unit pendukung yang memiliki nilai kontribusi besar terhadap persentase progres.

Baca juga: Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

"Pekerjaan yang berat-berat sudah selesai. Tinggal pekerjaan unit-unit yang progresnya besar. Tinggal mendatangkan unit, dikerjakan, kemudian selesai," jelasnya.

Terkait arahan Wabup, pihak kontraktor menyatakan siap berkoordinasi dengan tim perencana apabila ada penyesuaian desain maupun spesifikasi di lapangan.

Jika penyesuaian tersebut berimbas pada alokasi anggaran, mekanisme koordinasi lanjutan akan dilakukan bersama pimpinan sesuai regulasi yang berlaku.

Di sisi lain, pembahasan terkait ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan RSUD Sedati masih menemui kendala lahan.

"Kita masih kesulitan untuk penempatan UMKM karena lahannya juga sempit," tandas Basirul.

Oleh karena itu, diperlukan pembahasan intensif lebih lanjut terkait opsi pengembangan lahan di sekitar rumah sakit, termasuk potensi penambahan area di bagian belakang.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru