Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Reporter : Ahmad Nurul Wijaya
Penampakan ompreng MBG di Kelurahan Banjarsengon Jember yang disebut kurang bersih. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember kembali memicu perhatian publik.

Kali ini, sorotan tertuju pada kebersihan ompreng atau wadah makanan yang digunakan untuk distribusi di wilayah Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang.

Baca juga: Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan yang dinilai kurang bersih pada Kamis (24/9/2026).

Dalam unggahannya, ia meminta pihak penyedia makanan untuk lebih memperhatikan higienitas wadah yang dibagikan kepada penerima manfaat.

“Saran untuk dapur MBG yang menyalurkan MBG ke daerah Kelurahan Banjar Sengon, kalau cuci oprengnya yang bersih,” tulis Abas dalam unggahannya yang langsung memancing beragam tanggapan warganet seperti dilihat selalu.id, Jumat (25/9/2026).

Persoalan ini mendadak ramai dibicarakan lantaran kelayakan dan kebersihan wadah makanan merupakan elemen krusial dalam standar keamanan pangan (food safety) program MBG.

Menanggapi hal tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola distribusi wilayah tersebut angkat bicara.

Baca juga: Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Perwakilan SPPG berinisial AS membantah dugaan bahwa noda kecokelatan di wadah tersebut merupakan karat.

“Aman, bukan berkarat. Kemungkinan sisa minyak yang tidak tuntas, terkena pengering akhirnya mengering, bukan karat,” terang AS saat dikonfirmasi.

AS meyakinkan bahwa noda tersebut berada di area pinggir atas ompreng sehingga tidak bersentuhan langsung dengan makanan. Ia juga menyebut insiden ini sangat terbatas. Dari total hampir 3.000 porsi makanan yang disiapkan harinya, temuan itu diklaim hanya ada pada satu wadah.

“Dari hampir 3.000 porsi hanya satu ompreng yang begitu,” jelasnya.

Baca juga: Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Meski begitu, pihak pengelola tidak tinggal diam. Kasus tersebut telah dilaporkan kepada Kepala SPPG, Bagus Satrio, untuk penanganan internal serta pengetatan standar operasional prosedur (SOP) pencucian.

Kendati ada penjelasan dari pengelola, temuan ini tetap menjadi catatan kritis. Dalam program berskala besar seperti MBG, kontrol kualitas (quality control) wajib menyentuh seluruh rantai produksi, mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, pencucian wadah, hingga pemeriksaan akhir sebelum makanan dikirim ke tangan penerima manfaat.

Satu noda kecil memang terkesan sepele dari ribuan porsi yang disalurkan. Namun di tengah tingginya pengawasan masyarakat melalui media sosial, insiden ini menjadi alarm penting agar evaluasi dan pemeriksaan kebersihan peralatan makan dapat diperketat demi menjaga mutu serta kepercayaan publik.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru