24 Jam Lebih Kebakaran di Pabrik Ban Bekas Mojokerto Belum Padam, Ini Penyebabnya

Reporter : Achmad Supriyadi
Pemadam kebakaran saat berjibaku padamkan api. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di pabrik pengolahan ban bekas di Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang terbakar sejak Rabu (27/5/2026) kemarin.

Petugas pemadam mengalami kesulitan suplai air yang akan digunakan untuk menyemprot api. Selain suplai air, tumpukan ban bekas yang terbuat dari karet juga menyulitkan petugas.

Baca juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Pantauan di lokasi, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran berada di tempat kebakaran beserta 10 petugas pemadam.

Bantuan suplai air terpaksa dilakukan oleh tim pemadam dan pihak pabrik dengan mendatangkan tangki air dari daerah Pacet untuk membantu proses pemadaman.

Seorang petugas damkar, Suyitno, mengatakan hingga 24 jam kejadian proses pemadaman masih dilakukan oleh pemadam kebakaran.

"Ini sampai 24 jam, kalau keadaan seperti ini masih 50 persen untuk pemadaman. Ini sementara kesulitan untuk airnya," kata Suyitno, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Ia menambahkan, jika suplai air lancar api diprediksi akan padam nanti malam. Namun, jika suplai air tersendat, api bahkan bisa dipadamkan besok.

"Mungkin ini kalau ada suplai air ya bisa sampai tengah malam atau besok juga mungkin bisa selesai. Jadi suplai air yang kita minta di perusahaan-perusahaan sebelah. Tandon-tandonnya juga habis. Tandon-tandon dari damkar pun juga habis," jelasnya.

Menurut Suyitno, metode yang dilakukan untuk memadamkan api dengan cara mengurai ban bekas yang terbakar lalu disemprot dengan air.

Baca juga: Kisah Tragis Pasangan Muda di Mojokerto jadi Spesialis Maling Motor

"Setelah padam, kita tinggal ambil air, ini kembali lagi menyala. Jadi ureng sampai kita semprot. Kalau yang sudah padam, kita sisikan, biar enggak terbakar lagi. Ini yang belum kita sentuh, bagian dalam setengah gudang," katanya.

"Jadi dari timur separuh ke barat. Ini yang belum kita jangkau. Kemungkinan kalau suplai airnya lancar, ini mungkin nanti malam sudah selesai. Tapi kalau suplai airnya nggak lancar, ya bisa besok kemungkinan belum selesai," tambah Suyitno.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru