Cerita Tamu Hotel Goldvitel yang Menyaksikan Pria Jatuh dari Lantai 20

Reporter : Moris Mangke
Suasana Goldvitel di malam kejadian tamu tewas melompat dari rooftop (foto: Rofik/selalu.id)

selalu.id - Kasus pria yang diduga bunuh diri di Goldvitel Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Sabtu (2/5/2026) ramai diperbincangkan di dunia maya. Akun @mozza_polos, salah satu tamu hotel yang menyaksikan kejadian tersebut membagikan kisahnya di media sosial Thread. 

Awalnya pemilik akun @mozza_polos merespon postingan foto dari akun @anggunnndr yang juga mengaku sedang menginap di sana. Foto yang diambil dari salah satu kamar hotel di lantai atas, memperlihatkan keramaian di depan BRI Tower.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun Berujung Nyawa

“Guys, ada yang tau ga ini rame di depan Jalan Basuki Rahmat, ada apaan ya?” tanya pemilik akun @anggunnndr dalam tag fotonya. 

“Bundir tepat di depan mataku, shock banget sampe gemeter badanku,” balas @mozza_polos.

@mozza_polos pun melanjutkan balasannya dengan menceritakan apa yang terjadi sebelum kejadian. Katanya, 20 menit sebelumnya ia mendatangi resepsionis untuk meminta kamar yang bisa merokok (smoking room). 

Iya juga bertanya apakah di kamar itu ada jendela, dan bisa di buka atau tidak. “Masnya jawab : ada jendela tapi nggak bisa dibuka. Akupun jawab, iya mas takut ada yang lompat bunuh diri dari atas,” tulisnya. 

Baca juga: Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat, Ketua DPRD Jatim Diminta Mundur dari Jabatannya

Setelah percakapan itu dan mendapatkan kamar, ia tidak langsung masuk ke kamar pesanananya. Ia memutuskan untuk bersantai sambil menghisap sebatang rokok di depan pintu. 

“Setelah saya mau pergi masuk ke hotel tiba-tiba dalam hitungan detik tepat di belakang saya ada orang jatuh dari atas,” paparnya. 

Ia menjelaskan meskipun saat itu posisinya sudah membelakangi korban dengan jarak sekitar 7 meter. Begitu mendengar suara benturan keras, ia langsung membalikkan badan dan saat ia melihat jasad korban sudah tak bergerak di atas mobil. 

Baca juga: Jangan Bandel Buka Usaha di Permukiman Bila Tak Mau Ditutup Pemkot Surabaya

“Yang lebih parah lagi ada cece-cece yang berdiri tepat di depan TKP, jaraknya sekitar 2 meter dari korban, langsung lari dia dan shock,” ungkapnya. 

Kini kasus tewasnya pria yang belakangan teridentifikasi berinisial RO, 21 tahun, warga Sukorejo, Seradan, Madiun, masih dalam penyelidikan. 

Polisi tengah mengumpulkan keterangan saksi serta bukti pendukung guna mengungkap kronologi secara utuh.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru