selalu.id - Hampir dua jam, perwakilan sopir truk dari Gabungan Sopir Jawa Timur (GSJT) bernegosiasi dengan pihak manajemen Pertamina di jalan Jagir Wonokromo, Surabaya.
Namun, hingga saat ini belum ada titik temu kesepakatan atas tuntutan dari sopir truk yang meminta penghapusan aturan barcode dan pembatasan pengisian BBM.
Baca juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya
Dengan belum adanya kesepakatan, pihak sopir truk hingga saat ini masih bertahan dan ada kemungkinan berencana menginap.
"Sampai saat ini perwakilan kami masih melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina, tapi belum ada kesepakatan yang bisa dicapai," ujar Samsul Sopir truk asal Madiun.
Baca juga: Pria Asal Kenjeran Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya
Samsul juga mengungkapkan, pihaknya akan terus bertahan sampai perwakilan dari mereka selesai bertemu dengan pihak Pertamina. "Ya nanti setelah pertemuan itu, kami menunggu intruksi apakah tetap disini atau gimana," tambahnya.
Untuk melakukan aksi jangka panjang itu, koordinator GSJT ini membuka dapur umum di pasar Mangga Dua," Kami memang sengaja membuka dapur umum, karena besok juga akan menggelar aksi lanjutan," pungkasnya.
Baca juga: Hakim Vonis Ringan Eks Manajer Akuntasi PT Dejavu Multi Kreasi dalam Kasus Penggelapan
Seperti yang tela diberitakan selalu.id sebelumnya, GSJT akan menggelar aksi serupa dengan tujuan DPRD Jatim di jalan Indrapura, kantor Gubernur jalan Pahlawan, Kantor ESDM jalan Tidar dan Kantor Pertamina jalan Jagir Wonokromo, Surabaya.
Editor : Redaksi