Dewan Kebudayaan Diproyeksi Kubur Dewan Kesenian Surabaya, Maestro Ludruk: Saya Akan Lawan

Reporter : Yasin
Seniman ludruk Meimura dalam penampilannya (dok:istimewa)

selalu.id - Berbeda dengan pegiat kesenian sebelumnya yang berharap adanya transformasi ideal dari Dewan Kesenian Surabaya (DKS), menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya, seniman teater dan maestro ludruk Surabahya, Meimura, justru menolak keras rencana pembubaran DKS.

Meimura merasa Dewan Kebudayaan yang dibentuk Pemkot Surabaya tidak boleh menggantikan eksistensi DKS sebelumnya. "Dewan Kesenian Surabaya adalah situs yang layak dipertahankan. Kalau DKS mau dikubur melalui Dewan Kebudayaan, ya saya akan melawan," ujarnya melalui wawancara sambungan ponsel kepada selalu.id, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Harga BBM Naik, Pemkot Surabaya Jual Semua Mobil Operasional

Pendiri Ludruk Monthero itu mengaku tak masalah dengan adanya Dewan Kebudayaan Surabaya yang tempo hari telah terbentuk. Namun keberadaannya jangan sampai menghapus Dewan Kesenian Surabaya yang telah puluhan tahun mewarnai iklim kesenian di kota Pahlawan. 

"Dewan Kebudayaan itu boleh ada, tapi cakupannya harus lebih luas dari kesenian. Jadi Dewan Kebudayaan itu fokusnya lebih luas untuk membangun karakter kota dan manusia, tidak lagi ngurusi kesenian," ungkap Meimura. 

Baca juga: Pemkot Surabaya Raih Penghargaan RTLH Tertinggi se-Jatim, Siap Tuntaskan pada 2027

Pembina dan Sekertaris Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara itu berharap adanya Dewan Kebudayaan Surabaya bisa jadi partner kerja kolaboratif bagi Dewan Kesenian Surabaya, yang memang secara khusus bergelut di dunia kesenian Surabaya. Sehingga kedua DKS ini bukannya saling memakan satu sama lain.

"Tak jadi soal Dewan Kebudayaan itu dibentuk. Karena kebudayaan itu memang lebih luas dari kesenian," tambah Meimura. Seniman yang sedang menggelar tur "Besut Jajah Deso Milangkori" ini menganggap bahwa idealnya Dewan Kebudayaan Surabaya tak hanya diisi seniman, tapi juga ada akademisi, tokoh agama, sampai pengusaha.

Baca juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Meski begitu, Meimura menyambut baik terpilihnya Heti Palestina Yunani, Hari Lentho, dan beberapa seniman lain di Dewan Kebudayaan Surabaya. "Meski saya belum pernah melhat teman-teman itu memimpin sebuah organisasi, tapi mereka orang-orang yang kapabel dan kerjanya bagus," pungkas pria yang juga Anggota Teater Ragil Surabaya dan Pendiri Sanggar Anak Mereka Indonesia (SAMIN) itu.

 

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru