• Loadingselalu.id
  • Loading

Jumat, 23 Feb 2024 14:33 WIB

HIV/AIDS Mulai Menyasar Remaja di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Gerak Cepat

Ilustrasi HIV/AIDS

Ilustrasi HIV/AIDS

selalu.id - DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota untuk mengedepankan pendidikan humanis terkait penyakit HIV yang telah menyasar ke para remaja.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto mengatakan, peningkatan kasus HIV itu terjadi bukan di kalangan usia dewasa saja. Namun, justru juga menyasar kalangan remaja yang berusia 15-19 tahun.

Baca Juga: Anggarkan RP 45 Miliar, Pemkot Surabaya Bakal Lanjutkan Proyek Box Culvert Babat Jerawat-Pakal

Herlina menyampaikan, penambahan kasus HIV di Surabaya lebih kurang 30 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena jika penderita HIV dari usia 0-14 tahun maka penularannya dari orang tuanya. Kenyataannya yang terjadi adalah ini remaja yang mereka beraktivitas secara mandiri," kata Herlina, Minggu (3/11/2023).

Lebih lanjut Politisi Perempuan Demokrat itu memaparkan, berdasar data yang berhasil dihimpun, untuk kasus HIV pada 2023 berdasarkan kelompok umur dengan NIK Surabaya, kurang dari 14 tahun usianya ada 7 penderita, 15-19 tahun 36 penderita, 20-24 tahun 106 penderita, 25-49 tahun ada 398 penderita, dan lebih dari 50 tahun sebanyak 53 penderita.

Sementara, untuk 2022, kurang dari 14 tahun usianya ada 8 penderita, 15-19 tahun 21 penderita, 20-24 tahun 120 penderita, 25-49 tahun ada 386 penderita, dan lebih dari 50 tahun sebanyak 51 penderita.

Baca Juga: Hasil Sirekap Pileg Berubah, Transparasi KPU Surabaya Dicurigai

"Di usia 15-19 tahun di 2022 dan 2023 terlihat ada peningkatan 15 orang yang menderita HIV,"jelasnya.

Herlina berharap Pemerintah Kota Surabaya bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan sebaliknya. Sebab, di usia 15-19 tahun ada dua jenjang pendidikan SMP dan SMA.

Sementara itu, lanjutnya, untuk pendidikan di SMA sederajat ada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Pria di Surabaya Ditemukan Tewas Tertelungkup di Tandon Air

"Tolong kedepankan pendidikan yang humanis. Ini masalahnya masih di fase yang bsia dibentuk kok di fase pendidikan SMP dan SMA. Harapan untuk menjadikan generasi yang lebih baik lagi masih ada," tutur Ketua Fraksi Demokrat itu.

Terpisah sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan bahwa Kota Surabaya telah melakukan perluasan layanan testing HIV melalui 122 layanan. Di antaranya pada 63 puskesmas, 57 rumah sakit, dan 2 klinik utama.

"Sedangkan, untuk pemberian layanan dukungan, perawatan dan pengobatan (PDP) HIV juga telah tersebar di 52 layanan di 38 puskesmas, 13 rumah sakit, dan 1 klinik utama," tandasnya.

Editor : Redaksi